Tradisi Robo-Robo Meriah di MA Miftahul Huda: Gelar Doa Bersama dan Kenang Sejarah Kearifan Lokal
Sungai Malaya, Rabu, 12
Agustus 2026 — Bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten
Mempawah dan sekitarnya, tradisi Robo-Robo bukanlah hal yang asing. Tradisi ini
memiliki akar sejarah yang kuat dan telah turun-temurun dilestarikan. Tradisi
Robo-Robo diyakini bermula sejak kedatangan Opu Daeng Manambon ke Kerajaan
Mempawah pada abad ke-18 (sekitar tahun 1737 M) saat ia datang dari Luwu,
Sulawesi Selatan.
radisi ini rutin dilaksanakan
pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah.
Kata "Robo" sendiri
berasal dari bahasa Bugis yang berarti Rabu. Dahulu, tradisi ini dilakukan
untuk mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon sekaligus sebagai bentuk ikhtiar
spiritual (tolak bala)—meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar
diselamatkan dari segala marabahaya, wabah penyakit, dan malapetaka selama
setahun ke depan.
Tahun ini Suasana penuh
khidmat dan kebersamaan juga tampak menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah (MA)
Miftahul Huda. Seluruh warga madrasah dari semua jenjang, PAUD, MI dan MTs,
mulai dari dewan guru hingga siswa-siswi, tumpah ruah merayakan tradisi budaya
tahunan Robo-Robo yang dikemas secara edukatif dan religius pada hari ini.
Kegiatan yang sarat akan
nilai-nilai pelestarian budaya lokal ini diisi dengan rangkaian acara utama
berupa doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta perlindungan
kepada Allah SWT.
Berbeda dari hari-hari efektif
biasanya, dalam perayaan Robo-Robo kali ini seluruh siswa tampak antusias
mengenakan pakaian bebas dan rapi. Nuansa kebersamaan dan kegembiraan terpancar
jelas dari wajah para siswa yang mengikuti jalannya acara dari awal hingga
akhir.
Kepala MA Miftahul Huda
menyampaikan bahwa keterlibatan madrasah dalam memperingati tradisi Robo-Robo
bertujuan agar para generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya leluhurnya.
"Sebagai lembaga
pendidikan berbasis Islam, kita tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan umum
dan agama di dalam kelas saja, tetapi juga bertanggung jawab melestarikan
kearifan lokal yang sarat makna positif. Melalui doa bersama di hari Robo-Robo
ini, kita mendidik anak-anak untuk selalu bersyukur dan mendekatkan diri kepada
Allah SWT," ujar pihak perwakilan madrasah.
0 Komentar
Tinggalkan Komentar