Tradisi Robo-Robo Meriah di MA Miftahul Huda: Gelar Doa Bersama dan Kenang Sejarah Kearifan Lokal

12 Aug 2026 Berita administrator 39x dibaca
Tradisi Robo-Robo Meriah di MA Miftahul Huda: Gelar Doa Bersama dan Kenang Sejarah Kearifan Lokal



Sungai Malaya, Rabu, 12 Agustus 2026 — Bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Mempawah dan sekitarnya, tradisi Robo-Robo bukanlah hal yang asing. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang kuat dan telah turun-temurun dilestarikan. Tradisi Robo-Robo diyakini bermula sejak kedatangan Opu Daeng Manambon ke Kerajaan Mempawah pada abad ke-18 (sekitar tahun 1737 M) saat ia datang dari Luwu, Sulawesi Selatan.

radisi ini rutin dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah.

Kata "Robo" sendiri berasal dari bahasa Bugis yang berarti Rabu. Dahulu, tradisi ini dilakukan untuk mengenang kedatangan Opu Daeng Manambon sekaligus sebagai bentuk ikhtiar spiritual (tolak bala)—meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diselamatkan dari segala marabahaya, wabah penyakit, dan malapetaka selama setahun ke depan.

Tahun ini Suasana penuh khidmat dan kebersamaan juga tampak menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Huda. Seluruh warga madrasah dari semua jenjang, PAUD, MI dan MTs, mulai dari dewan guru hingga siswa-siswi, tumpah ruah merayakan tradisi budaya tahunan Robo-Robo yang dikemas secara edukatif dan religius pada hari ini.

Kegiatan yang sarat akan nilai-nilai pelestarian budaya lokal ini diisi dengan rangkaian acara utama berupa doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, serta perlindungan kepada Allah SWT.

Berbeda dari hari-hari efektif biasanya, dalam perayaan Robo-Robo kali ini seluruh siswa tampak antusias mengenakan pakaian bebas dan rapi. Nuansa kebersamaan dan kegembiraan terpancar jelas dari wajah para siswa yang mengikuti jalannya acara dari awal hingga akhir.

Kepala MA Miftahul Huda menyampaikan bahwa keterlibatan madrasah dalam memperingati tradisi Robo-Robo bertujuan agar para generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya leluhurnya.

"Sebagai lembaga pendidikan berbasis Islam, kita tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan umum dan agama di dalam kelas saja, tetapi juga bertanggung jawab melestarikan kearifan lokal yang sarat makna positif. Melalui doa bersama di hari Robo-Robo ini, kita mendidik anak-anak untuk selalu bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujar pihak perwakilan madrasah.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah serta doa keselamatan bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh siswa-siswi MA Miftahul Huda dalam memaknai tradisi lokal yang berbalut nilai-nilai keislaman.
Kembali
0 Komentar
Belum ada komentar.
Tinggalkan Komentar